Kembali ke Blog

TypeScript vs JavaScript: Kenapa Saya Akhirnya Total Pindah

#typescript#javascript#webdev
TypeScript vs JavaScript: Kenapa Saya Akhirnya Total Pindah

Selama beberapa tahun saya nulis JavaScript polos dengan alasan “lebih cepat, nggak perlu setup ribet”. Sekarang, hampir semua proyek baru saya mulai langsung pakai TypeScript — ini alasan-alasannya.

Error ketangkep sebelum runtime. Typo nama properti, lupa handle null, salah tipe argumen — semua ini ketahuan pas nulis kode, bukan pas user klik tombol yang error di production.

Autocomplete jadi jauh lebih berguna. Editor tahu persis bentuk data yang lagi saya pegang, jadi saya nggak perlu bolak-balik cek definisi function atau nebak-nebak nama field dari API response.

Refactor jadi berani. Ganti nama field atau ubah shape sebuah object, compiler langsung nunjukin semua tempat yang perlu disesuaikan. Tanpa tipe, refactor besar itu deg-degan — takut ada yang kelewat.

Dokumentasi implisit lewat tipe. Function signature yang jelas tipenya itu dokumentasi yang nggak akan basi, beda sama komentar yang gampang ketinggalan zaman.

Bukan berarti JavaScript polos jadi nggak relevan — buat script kecil sekali pakai atau prototype yang bakal dibuang dalam sehari, overhead nulis tipe kadang nggak sepadan. Tapi buat apa pun yang bakal saya maintain lebih dari seminggu, TypeScript sekarang jadi default, bukan pengecualian.