RSS Feed Dwibahasa: Kenapa Masih Saya Pertahankan
gookkis.com punya dua RSS feed terpisah: /rss.xml buat konten Indonesia dan /en/rss.xml buat konten Inggris, keduanya di-generate langsung dari getBlogPosts() yang sama dipakai halaman blog. Banyak yang bilang RSS udah nggak relevan sejak Google Reader mati bertahun-tahun lalu. Saya nggak setuju, khususnya buat blog kecil kayak ini.
Alasan pertama: pembaca serius masih pakai RSS reader. Orang yang niat ngikutin tulisan teknis biasanya udah punya reader (Feedly, NetNewsWire, atau sekadar aggregator pribadi) dan lebih suka itu ketimbang notifikasi media sosial yang gampang ke-skip algoritma.
Alasan kedua: biayanya nyaris nol. Astro udah nyediain cara gampang buat generate feed dari content collection yang sama dipakai buat render halaman lewat helper @astrojs/rss — nggak nambah maintenance berarti, cuma satu file rss.xml.js per locale yang manggil fungsi yang udah ada dan map title, description, pubDate, sama link-nya.
Alasan ketiga: dipisah per bahasa itu penting. Kalau saya gabung satu feed buat dua bahasa, pembaca yang cuma paham Inggris bakal dapet notifikasi buat post berbahasa Indonesia yang nggak mereka ngerti, dan sebaliknya. Feed terpisah biar setiap pembaca cuma dapet apa yang relevan buat mereka.
RSS nggak butuh algoritma, nggak butuh akun, dan nggak bisa di-deprioritaskan sama platform pihak ketiga. Buat blog personal yang isinya kontrol penuh saya, itu match banget sama filosofi keseluruhan situs ini: sederhana, dimiliki sendiri, nggak bergantung platform.