Kembali ke Blog

PostgreSQL vs MySQL: Kapan Saya Pilih yang Mana

#sql#postgresql#mysql
PostgreSQL vs MySQL: Kapan Saya Pilih yang Mana

Saya sering ditanya, “PostgreSQL atau MySQL?” Jawaban jujurnya: keduanya solid, dan pilihan saya biasanya tergantung kebutuhan spesifik proyek, bukan preferensi buta.

Saya pilih PostgreSQL kalau:

  • Butuh tipe data lebih kaya (JSON/JSONB native, array, custom types)
  • Query-nya kompleks dengan banyak join dan aggregation
  • Butuh full-text search bawaan tanpa tools tambahan
  • Proyeknya bakal deploy di Supabase atau platform yang PostgreSQL-native

Saya pilih MySQL kalau:

  • Hosting/environment target lebih familiar atau lebih murah buat MySQL (banyak shared hosting masih MySQL-first)
  • Tim yang bakal maintain lebih terbiasa dengan MySQL
  • Kebutuhannya straightforward — CRUD standar tanpa query kompleks

Dari sisi performa, keduanya udah sangat matang dan perbedaannya seringkali nggak signifikan buat kebanyakan aplikasi skala kecil-menengah — jangan overthink ini di awal proyek. Yang lebih penting: index yang bener, query yang efisien, dan schema design yang masuk akal, terlepas dari engine mana yang kamu pakai.

Kalau saya harus pilih satu default buat proyek baru tanpa constraint khusus, saya cenderung ke PostgreSQL — fleksibilitas tipe data dan fitur-fiturnya (window functions, CTE, JSONB) bikin dia lebih “future-proof” buat kebutuhan yang mungkin berkembang.