Membangun Istiqomah: App Habit Tracker Tanpa Server dan Tanpa Akun
Istiqomah lahir dari kebutuhan sederhana: saya pengen aplikasi pelacak ibadah harian yang nggak ribet — nggak perlu bikin akun, nggak ada iklan, dan yang paling penting, data pribadi nggak perlu dikirim ke server manapun.
Prinsip desainnya saya bangun dari konsep atomic habits: mulai kecil, catat tanpa ribet, lihat progres bertumbuh. Fiturnya termasuk checklist ibadah harian, jadwal shalat akurat (berbasis GPS atau pilih kota), kompas kiblat, Al-Qur’an digital 114 surah dengan terjemahan, kalender Hijriyah dengan penanda puasa, dan tracking progres lewat streak serta heatmap.
Tantangan teknis terbesarnya justru bukan soal fitur, tapi soal arsitektur “no-backend”: semua data (jadwal shalat, progres, preferensi) harus dihitung dan disimpan sepenuhnya di device, tanpa API call ke server manapun buat data personal. Untuk jadwal shalat misalnya, saya pakai library astronomical calculation lokal, bukan API eksternal.
Saya bangun versi native buat iOS (Swift) dan Android (Kotlin) — bukan cross-platform framework — supaya bisa pakai sensor kompas device secara langsung dan optimasi performa maksimal di masing-masing platform.
Hasilnya: aplikasi yang ringan, cepat, dan — yang paling penting buat saya — nggak mengorbankan privasi penggunanya demi kemudahan development.