Kembali ke Blog

Kenapa Saya Suka Kerja di Beberapa Proyek Freelance Sekaligus

#career#freelance
Kenapa Saya Suka Kerja di Beberapa Proyek Freelance Sekaligus

Salah satu hal yang sering saya lakukan: pegang lebih dari satu proyek freelance dalam satu waktu, bukan cuma fokus ke satu klien. Buat sebagian orang ini kedengaran capek — dan jujur, kadang emang capek — tapi buat saya ada beberapa manfaat nyata yang bikin saya tetep milih cara kerja ini.

Variasi bikin skill tetap tajam

Proyek desktop tools (Avalonia, Go) butuh skillset yang beda banget dari proyek mobile app (Swift/Kotlin) atau web internal (React/Spring Boot). Gonta-ganti konteks ini justru bikin saya nggak stuck di satu jenis masalah aja. Ada momen di mana saya lagi mentok debug race condition di tool desktop, terus pindah kerjain fitur UI React buat proyek lain — dan pas balik lagi ke masalah desktop tadi, solusinya kelihatan lebih jelas. Bukan karena saya lebih pintar, tapi karena otak saya sempet “istirahat” dari masalah itu tanpa beneran berhenti kerja.

Nggak taruh semua telur di satu keranjang

Kalau satu proyek lagi sepi kerjaan — misalnya nunggu approval klien yang butuh seminggu, atau lagi di fase testing yang nggak butuh banyak coding aktif — proyek lain bisa jalan terus. Ini bikin ritme kerja dan cash flow saya lebih stabil dibanding gantung ke satu sumber kerjaan. Saya pernah ngalamin satu klien yang tiba-tiba pause proyek selama tiga minggu gara-gara restrukturisasi internal mereka. Kalau itu satu-satunya proyek saya waktu itu, tiga minggu itu bakal jadi tiga minggu tanpa pemasukan sama sekali.

Side project jadi ruang eksperimen yang beneran kepake

Beberapa hal yang saya pelajari dari satu proyek sering kepakai lagi di proyek lain. Arsitektur no-backend yang saya pakai di Istiqomah misalnya, ngajarin saya cara mikir soal state management yang nggak gantung ke server — dan itu kepake lagi waktu saya harus optimasi satu fitur offline-first di proyek client yang domainnya beda total. Variasi proyek bikin “pustaka pengalaman” saya lebih kaya daripada kalau saya cuma ngulang pola yang sama di satu domain terus-terusan.

Tapi ini bukan tanpa ongkos

Tantangannya nyata. Butuh manajemen waktu yang lebih ketat — saya sekarang block waktu per proyek di kalender, bukan cuma ngerjain sesuai mood. Komunikasi ke tiap klien soal ekspektasi timeline harus eksplisit dari awal, karena “saya kerja di beberapa proyek sekaligus” itu bisa kedengeran kayak alasan buat lambat kalau nggak dijelasin dengan jelas gimana saya prioritasin. Dan context-switching itu ada ongkosnya yang beneran — pindah dari mindset arsitektur backend Spring Boot ke debugging XAML binding di Avalonia dalam satu hari yang sama itu makan energi mental, bukan cuma waktu.

Kuncinya buat saya: jangan ambil lebih banyak dari yang bisa saya kerjakan dengan kualitas yang konsisten. Ada fase waktu saya coba pegang empat proyek sekaligus, dan itu titik di mana kualitas mulai turun — bukan drastis, tapi cukup buat saya notice sendiri kalau saya kurang teliti dari biasanya. Sekarang saya cap di dua-tiga proyek aktif. Lebih baik pegang segitu dengan hasil bagus, daripada banyak proyek tapi setengah-setengah semua.