Kembali ke Blog

Yang Saya Siapkan Sebelum Daftar Google AdSense

#adsense#blog#monetisasi
Yang Saya Siapkan Sebelum Daftar Google AdSense

Sebelum daftarin blog ini ke Google AdSense, saya nggak langsung klik “submit for review”. Saya baca dulu halaman bantuan resminya, terus — ini yang lebih kepake — nyari thread-thread orang yang blog-nya ditolak, biar tau alasan penolakan yang beneran sering muncul, bukan cuma yang ditulis rapi di dokumentasi. Ternyata banyak yang ditolak bukan karena hal besar, tapi hal-hal kecil yang gampang kelewat kalau situsnya dibikin buru-buru.

Privacy policy, dan ini bukan formalitas

Ini yang paling sering saya liat disebut sebagai alasan penolakan di forum-forum itu. AdSense pakai cookie pihak ketiga buat nayangin iklan personalisasi, jadi privacy policy itu wajib mutlak, bukan nice-to-have. Saya bikin halamannya di dua bahasa (situs ini dwibahasa dari awal), dan jujur aja isinya nggak ribet — situs ini static, jadi data yang beneran dikumpulkan nyaris nggak ada. Cuma localStorage buat nyimpen preferensi tema (dark/light/system). Saya tulis eksplisit soal itu, plus cara opt-out dari iklan personalisasi lewat Google Ads Settings, karena beberapa thread nyebut reviewer suka nyari poin itu spesifik.

Konten harus cukup banyak, dan cukup dalam

Nggak ada angka resmi dari Google soal minimal berapa artikel. Tapi dari pola di forum-forum itu, konsensusnya kira-kira belasan artikel yang substantif — bukan yang isinya cuma tiga-empat kalimat terus selesai. Saya cek ulang draft-draft lama saya dan… jujur, banyak yang di bawah 300 kata. Beberapa malah cuma catatan pendek yang saya tulis buru-buru. Jadi sebelum daftar, saya luangin waktu nulis ulang beberapa post supaya beneran punya isi, bukan cuma nambah jumlah kata biar keliatan panjang.

Halaman About dan Contact yang jelas

Ini sinyal yang gampang dilewatin tapi kayaknya penting — baik buat reviewer manusia maupun sistem otomatis mereka, halaman About dan Contact yang jelas nunjukin ada orang beneran di balik situs ini. Bukan situs anonim, bukan content farm yang isinya kumpulan artikel generik tanpa identitas.

Hal teknis yang udah otomatis beres

HTTPS dan struktur navigasi yang konsisten itu udah kepenuhin duluan karena setup Nginx + Let’s Encrypt yang emang udah saya pasang dari awal buat situs ini, plus nav yang sama di semua halaman. Jadi bagian ini nggak butuh kerjaan tambahan — cuma perlu dicek ulang aja semuanya masih jalan.

ads.txt saya sengaja belum pasang

File ini isinya publisher ID yang baru Google kasih setelah akun disetujui, jadi belum ada gunanya dipasang sebelum approved. Ini beda sama app-ads.txt yang saya pasang belakangan buat aplikasi Android yang pakai AdMob — dua file yang mirip namanya tapi buat kebutuhan yang beda.

Kesimpulannya nggak seheboh yang saya kira sebelum riset: kebanyakan syarat AdSense itu cuma soal “situs yang dikelola dengan niat baik” — privacy policy yang jelas, konten asli yang cukup, identitas yang transparan. Nggak ada trik khusus buat lolos review. Cuma pekerjaan rumah yang harus diberesin satu-satu, dan yang paling gampang kelewat justru yang paling kecil — bukan yang paling teknis.